{"id":291,"date":"2026-06-19T00:00:52","date_gmt":"2026-06-19T00:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/schola.id\/blog\/3-jurus-ampuh-bikin-soal-hots-kurikulum-merdeka\/"},"modified":"2026-06-19T00:00:56","modified_gmt":"2026-06-19T00:00:56","slug":"3-jurus-ampuh-bikin-soal-hots-kurikulum-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/schola.id\/blog\/3-jurus-ampuh-bikin-soal-hots-kurikulum-merdeka\/","title":{"rendered":"3 Jurus Ampuh Bikin Soal HOTS Kurikulum Merdeka"},"content":{"rendered":"<p>H-1 ujian semester, Bu Ani masih buka laptop jam 11 malam. Bukan karena malas, tapi karena merasa soal-soal yang dibuatnya belum &#8216;menggigit&#8217;. Belum benar-benar menguji pemahaman mendalam siswa, masih sebatas recall fakta. &#8220;Aduh, ini namanya masih LOTS (Lower Order Thinking Skills) banget,&#8221; keluhnya pelan sambil menghela napas.<\/p>\n<p>Bu Ani, seperti banyak rekan guru di seluruh Indonesia, sedang bergulat dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Bukan sekadar menghafal, tapi bagaimana siswa bisa menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang baru. Tapi, bagaimana sih <strong>cara membuat soal HOTS Kurikulum Merdeka<\/strong> yang efektif tanpa pusing tujuh keliling?<\/p>\n<h2>Kok Bisa Bikin Soal HOTS Itu Ternyata Gampang?<\/h2>\n<p>Seringkali, kita membayangkan soal HOTS itu harus pakai kasus super rumit, data statistik segunung, atau cerita fiksi ilmiah. Padahal, esensi HOTS itu ada pada level kognitif yang diuji, bukan pada kerumitan ceritanya. Menurut Taksonomi Bloom yang direvisi, level kognitif tertinggi itu meliputi menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Jadi, kunci utamanya adalah bagaimana kita merancang pertanyaan yang mendorong siswa melampaui sekadar mengingat (C1), memahami (C2), atau menerapkan (C3) informasi.<\/p>\n<p>Bayangkan begini, Bapak\/Ibu Guru. Siswa hafal rumus luas lingkaran. Itu C1\/C2. Siswa bisa menghitung luas lingkaran jika diketahui jari-jarinya. Itu C3. Tapi, bagaimana jika kita berikan sebuah taman berbentuk lingkaran dan meminta siswa menentukan berapa banyak pagar yang dibutuhkan jika jarak antar tiang pagar adalah sekian meter, lalu siswa harus membandingkan efektivitas penggunaan dua jenis bahan pagar yang berbeda? Nah, di situ siswa mulai beraksi di ranah C4 dan C5!<\/p>\n<blockquote><p>Inti dari soal HOTS adalah menguji kemampuan siswa untuk berpikir kritis, bukan hanya mengingat informasi.<\/p><\/blockquote>\n<p>Tantangannya memang, seringkali kita terjebak pada soal-soal yang mudah dibuat tapi hasilnya kurang mendidik. Dibutuhkan sedikit pergeseran mindset dan pemahaman tentang bagaimana &#8216;membongkar&#8217; kompetensi yang ingin diukur.<\/p>\n<h2>Jurus Pertama: Bongkar Kompetensi, Bukan Sekadar Materi<\/h2>\n<p>Sebelum mulai menulis soal, coba luangkan waktu untuk melihat Capaian Pembelajaran (CP) atau tujuan pembelajaran spesifik yang ingin dicapai. Apa sebenarnya yang harus dikuasai siswa di akhir pembelajaran? Apakah mereka hanya perlu tahu definisi, ataukah mereka harus bisa membandingkan, mengkritik, merancang, atau bahkan memprediksi?<\/p>\n<p>Misalnya, di pelajaran IPS tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kompetensi yang ingin dicapai bukan sekadar hafal tanggal dan nama tokoh. Mungkin kita ingin siswa bisa menganalisis faktor-faktor yang mendorong terjadinya proklamasi (C4), atau mengevaluasi dampak proklamasi bagi bangsa Indonesia (C5). Jika sudah begini, barulah kita mencari stimulus yang tepat.<\/p>\n<p><strong>Insight Non-Obvious:<\/strong> Jangan terpaku pada materi pelajaran yang &#8216;berat&#8217;. Soal HOTS bisa dibuat dari materi yang paling sederhana sekalipun, asalkan kita fokus pada kompetensi berpikir tingkat tinggi yang ingin diukur.<\/p>\n<p><strong>Contoh Praktis:<\/strong> Bapak\/Ibu Guru Bahasa Indonesia ingin mengukur kemampuan analisis teks puisi. Alih-alih bertanya &#8216;Apa makna bait kedua?&#8217;, coba berikan dua puisi dengan tema serupa tapi gaya berbeda, lalu minta siswa membandingkan penggunaan majas dan dampaknya terhadap pesan yang ingin disampaikan (C4).<\/p>\n<h2>Jurus Kedua: Pilih Stimulus yang &#8216;Mengundang&#8217; Berpikir<\/h2>\n<p>Stimulus adalah &#8216;pemicu&#8217; bagi siswa untuk berpikir. Bisa berupa teks bacaan, gambar, grafik, tabel, video pendek, studi kasus, atau bahkan fenomena sehari-hari. Kunci stimulus yang baik untuk soal HOTS adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Relevan:<\/strong> Terkait dengan materi pembelajaran dan dunia siswa.<\/li>\n<li><strong>Memancing Analisis\/Evaluasi:<\/strong> Tidak hanya menyajikan informasi, tapi memberikan ruang untuk interpretasi atau perbandingan.<\/li>\n<li><strong>Cukup Informatif:<\/strong> Memberikan data atau konteks yang memadai untuk menjawab pertanyaan, tanpa terlalu banyak &#8216;sampah&#8217; informasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Di Kurikulum Merdeka, P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) seringkali menawarkan banyak sekali potensi stimulus. Misalnya, proyek tentang gaya hidup berkelanjutan bisa menjadi stimulus untuk soal IPA tentang dampak sampah plastik, atau soal Matematika tentang menghitung jejak karbon.<\/p>\n<p><strong>Tip Praktis Hari Ini:<\/strong> Coba cari satu gambar menarik yang relevan dengan materi Bapak\/Ibu minggu ini. Lalu, buat 3 pertanyaan terkait gambar itu: satu pertanyaan recall (C1\/C2), satu pertanyaan aplikasi (C3), dan satu pertanyaan analisis\/evaluasi (C4\/C5). Lihat perbedaannya!<\/p>\n<h2>Jurus Ketiga: Formulasi Pertanyaan yang Tepat Sasaran<\/h2>\n<p>Ini bagian krusialnya. Kata kerja operasional (KKO) adalah sahabat terbaik kita dalam merumuskan pertanyaan HOTS. Hindari KKO di level C1-C3 seperti &#8216;sebutkan&#8217;, &#8216;jelaskan definisi&#8217;, &#8216;hitunglah&#8217;, &#8216;uraikan&#8217;. Fokuslah pada KKO di level C4-C6:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Analisis (C4):<\/strong> membandingkan, membedakan, mengorganisasi, menguraikan, mengkategorikan, menelaah, mengidentifikasi hubungan.<\/li>\n<li><strong>Evaluasi (C5):<\/strong> mengkritik, menafsirkan, menilai, merekomendasikan, membenarkan, menyimpulkan berdasarkan kriteria.<\/li>\n<li><strong>Mencipta (C6):<\/strong> merancang, membuat, mengembangkan, mengkonstruksi, merumuskan, merencanakan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Contoh Formulasi:<\/strong><\/p>\n<p><strong>Materi:<\/strong> Sistem Pencernaan Manusia<\/p>\n<p><strong>Soal LOTS:<\/strong> Urutkan organ-organ sistem pencernaan dari mulut hingga anus.<\/p>\n<p><strong>Soal HOTS (C4):<\/strong> Mengapa urutan organ dalam sistem pencernaan sangat penting bagi efektivitas penyerapan nutrisi? Berikan minimal dua alasan!<\/p>\n<p><strong>Soal HOTS (C5):<\/strong> Jika seseorang mengalami kerusakan pada lambung, bagaimana hal itu dapat memengaruhi proses pencernaan nutrisi lain di usus? Jelaskan dampaknya dan berikan argumenmu!<\/p>\n<p><strong>Insight Non-Obvious:<\/strong> Kadang, soal HOTS yang paling efektif adalah yang meminta siswa menghubungkan dua konsep yang tampaknya tidak berhubungan, atau menerapkan konsep dari satu bidang ke bidang lain. Misalnya, menggunakan prinsip fisika untuk menjelaskan fenomena biologis.<\/p>\n<h2>Menjadikan Soal HOTS Bukan Sekadar &#8216;Gugur Bunga&#8217;<\/h2>\n<p>Membuat soal HOTS memang butuh usaha ekstra di awal. Tapi, dampaknya luar biasa. Siswa jadi terbiasa berpikir kritis, tidak hanya pasrah menerima informasi. Mereka belajar memecahkan masalah, yang merupakan bekal penting di dunia nyata. Kurikulum Merdeka hadir untuk mendorong pembelajaran yang bermakna, dan soal HOTS adalah salah satu alat ukurnya.<\/p>\n<p>Mungkin Bapak\/Ibu Guru pernah merasa kewalahan mengelola hasil ujian, apalagi jika soalnya beragam dan analisisnya manual. Nah, kalau Bapak\/Ibu tertarik mencoba sistem CBT yang memudahkan pembuatan soal HOTS, analisis hasilnya secara otomatis, dan terintegrasi dengan fitur pembelajaran lainnya, Schola.id punya solusinya. Coba cek fitur-fiturnya di schola.id untuk meringankan beban administrasi dan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran.<\/p>\n<p>Bagaimana, Bapak\/Ibu Guru? Jurus mana yang paling ingin dicoba duluan untuk membuat soal HOTS di kelas Bapak\/Ibu minggu depan?<\/p>\n<p class=\"ssp-image-credit\"><small>Photo by Andy Barbour on Pexels<\/small><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bosan bikin soal yang itu-itu saja? Pelajari 3 jurus ampuh membuat soal HOTS Kurikulum Merdeka agar siswa terasah berpikir kritis.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":292,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[72],"tags":[123,176,4,38,177],"class_list":["post-291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-asesmen","tag-hots","tag-kurikulum-merdeka","tag-pembelajaran-berdiferensiasi","tag-soal-evaluasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=291"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":293,"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/291\/revisions\/293"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/schola.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}